“Nanti waktu akad Tok Imam tu baca agak perlahan.” Pesan isteri sebelum majlis ijab qabul bermula.
Pagi itu angin seperti malu-malu untuk bertiup. Suasana pagi bagai mendung menyambut sang hujan, tetapi tidaklah hingga memberi tanda akan hadirnya ribut kencang akan tiba. Walhal degup jantung empunya diri sudah mengalahkan badai yang bergelora. Hidangan Nasi Lemak saya jamah perlahan, seolah-olah hilang selera bila mata terkelih detik waktu yang bergerak.
Faridrashidi.Com|Transisi Fikrah@2011
_______________________________________________________________________
Hakcipta artikel adalah tidak terpelihara. Segala artikel yang tersiar boleh disebar-luaskan dengan SYARAT disertakan link ke sini. Mengambil gambar perlu mendapat keizinan penulis.
_______________________________________________________________________


