Sang mentari memancar kilauannya. Terpacak betul-betul di atas kepala kami. Reka pintu gerbang persis payung itu tersergam indah. Seperti biasa, warna coklat adalah warna utama negara berdebu. Biarpun terik mentari membahang namun deruan angin sisa-sisa sejuk masih mendamaikan jiwa. Saya berehat sebentar di pepohon rendang bergayutan sambil melihat pengunjung berpusu-pusu masuk kaunter pendafataran. Kelihatan berseliwiran.
Saya terus merakamkan video sepintas lalu suasana dihadapan pintu masuk. Cadangannnya mahu saja dijadikan dokumentari kembara Ardul Kinanah. Biar ia jadi sebuah bingkai kenangan yang indah tergantung di kamar kelak. Sempat bergambar kenangan walau sudah beberapa kali menjejakkan kaki ke sana.


