Header image

 

Bumi merekah,

menghamburkan isi-isinya berupa nyawa

yang bertaburan,

berlimpangan.

(more…)

Faridrashidi.Com|Transisi Fikrah@2011

_______________________________________________________________________

Hakcipta artikel adalah tidak terpelihara. Segala artikel yang tersiar boleh disebar-luaskan dengan SYARAT disertakan link ke sini. Mengambil gambar perlu mendapat keizinan penulis.

_______________________________________________________________________

(more…)

Tiada siapa menjangka bahawa saya akan terjebak ke lapangan menulis – kini menulis blog, sedikit masa lagi akan terhasil karya penulisan. Saya sendiri tidak menabak akan hal ini suatu ketika dahulu.

Jari jemari ini dahulu ligat mengukir sesuatu pada hamparan putih. Pantang melihat ada ruang, di situlah juga akan ada contengan. Samaada kartun itu dilukis dengan gaya ala-ala blues, ataupun jenaka ala kartunis di majalah Ujang. Acapkali membaca majalah kartun lawak itu sehingga badan bergetar-getar menahan gelak.

Pernah diperkenalkan majalah lawak gila-gila suatu masa dahulu oleh Pak Long. Zaman-zaman mudanya mengajar saya untuk mengenali dunia kartun. Selain menonton kartun di televisyen (termasuklah Suria Perkasa Hitam, Gaban, Marksman dan Ultraman) saya membelek-belek majalah kartun khazanah tinggalannya.

Lalu minda mengindeks segala lawak yang terhadam tanpa sekatan. Berbekal pen dakwat hitam cair dibeli di pekan Kupang, saya terus melakarkan sesuatu. Idea-idea yang dikutip semuanya berlandaskan apa yang dilihat. Akhirnya terhasil kartun amatur yang berbingkai-bingkai!

Tak cukup dengan bingkai-bingkai kartun, saya kerap kali meminjam water colour abang sulung untuk menambah warna-warni lakaran pada kertas lukisan. Hasilnya, pemandangan air terjun siap dipamerkan. Malah, karya itu masih tergantung di penjuru rumah saya kini di kampung. Kenangan terindah!

(more…)

Bumi masih diselimuti mimpi
Putih – sejuk mendamaikan

Nun jauh di sana
Meliuk-liuk bilahan gandum
Didakap sunyi embun pagi
Yang luas saujana memandang

Berzikir sendu tiada henti
Sujud menanti fajar Dhuha
Mendamba cinta
Pada Pencipta

Pepohon kurma tua di perbatasan
Yang setia tegak berdiri
Di saat alam memukul
Bergantian saifi dan syita’
Tanpa jemu (more…)

New Image

Demi langit dan bumi
Melihatlah dengan hikmah
Menafsir dengan ilmiah
Buat santapan mata hati

Yang terpendam
Lubuk dalam
Yang terpelosok
Jauh di relung jiwa

(more…)